Menafsir Baby Grave di Kalimbuang Bori’ Toraja: Memahami Ruang, Budaya dan Perubahan di Era Modernitas

Authors

  • Sri Wahyuni Hasrin Universitas Negeri Makassar
  • Zakiyudaulah Muhammad Universitas Negeri Makassar
  • Tri Nur Alwiyah Universitas Negeri Makassar
  • L. M. Rezky Kurniawan Universitas Negeri Makassar
  • Sanda Universitas Negeri Makassar
  • Jusnita Silsiyana Universitas Negeri Makassar
  • Serly Novita Ridwan Universitas Negeri Makassar
  • Fatwa Universitas Negeri Makassar
  • Kalsum Azizah Salsabila Universitas Negeri Makassar
  • Immanuel Allobunga' Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.69875/djosse.v2i2.190

Keywords:

Baby Grave, Environmental Determinism, Rule of Culture, Kalimbuang Bori’, Toraja

Abstract

The infant burial tradition in Kalimbuang Bori’, Toraja, is an integral part of the local culture that is rich in symbolism, reflecting the community's beliefs about the cycle of life and death. This study aims to answer three main questions: first, the meaning and role of baby graves in the formation of social and spiritual values of the Kalimbuang Bori' community; second, the location selection and spatial interaction of the baby grave tradition with the natural environment that influences the community's culture; and third, the role of the younger generation of Toraja in preserving this tradition amidst the influence of modernization. Primary data collection methods were carried out through interviews, questionnaires, documentation, and direct observation in the field, while secondary data were obtained from scientific journal articles, map databases, and other research papers. The analysis method used is descriptive qualitative, which allows researchers to explore the meaning of this tradition in depth. This study adopts the Environmental Determinism Theory to explain how culture is shaped by the natural environment. The results show that the baby grave tradition reflects deep social and spiritual values and shows a close relationship between humans and nature. The role of the younger generation is very important in preserving this tradition so that cultural values remain alive amidst the challenges of modernization, and it is hoped that this research can provide deeper insight into the interaction between space and culture in the context of infant burials in Toraja.

References

Agustin, D., & Prasetyo, K. B. (2024). Makna Tradisi Nglarung Ayam Pada Perkawinan Di Masyarakat Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Sosio Edukasi Jurnal Studi Masyarakat Dan Pendidikan, 7(2), 118–135. https://doi.org/10.29408/sosedu.v7i2.25469

Azzohra, W. R. (2022). Modernisasi Stratifikasi Dan Budaya Sosial Masyarakat Toraja Di Era Modern.

Baan, A., Allo, M. D. G., & Patak, A. A. (2022). The cultural attitudes of a funeral ritual discourse in the indigenous Torajan, Indonesia. Heliyon, 8(2).

Baharuddin, H. (2016). Dampak pengembangan pariwisata melalui tradisi spiritual terhadap kondisi ekonomi masyarakat Tana Toraja. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional, Program Pascasarjana Universitas Pamulung, 1(1), 307–326.

Barumbun, L. A., Ridha, M. R., & Patahuddin, P. (2018). Objek Wisata Ke’te Kesu’(1975-2017). Pattingalloang, 5(2), 17–26.

Creswell, J. W. (2002). Desain penelitian. Pendekatan Kualitatif & Kuantitatif, Jakarta: KIK, 121–180.

Cynthia, C., & Sutanto, A. (2023). Penerapan arsitektur neo-vernakualar dalam perancangan lima fase berduka pada konteks wisata kuburan bayi kambira di Tana Toraja. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 5(2), 959–972.

Gunawan, R., & Merina, M. (2018). Tradisi ma’nene sebagai warisan budaya Etnis Toraja. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 4(2), 107–115.

Hidayah, M. N. (2018). Tradisi Pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang. Jurnal Interpretatif Simbolik Clifford Geertz, 1(01), 2.

Indarta, Y., Ambiyar, A., Rizal, F., Ranuharja, F., Samala, A. D., & Dewi, I. P. (2022). Studi Literatur: Peranan Model-Model Pembelajaran Inovatif Bidang Pendidikan Teknologi Kejuruan. Edukatif J. Ilmu Pendidik, 4(4), 5762–5772.

Lumbaa, Y., Damayanti, N., & Martinihani, M. (2023). Kearifan Budaya Lokal Dalam Ritual Rambu Solo’di Toraja. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(3), 4849–4863.

Malihu, L. (2023). Manusia, Lingkungan, dan Kebudayaan: Kajian Tentang Teori Adaptasi Manusia dan Lingkungan. Jurnal Kajian Sosial Dan Budaya: Tebar Science, 7(2), 83–87.

Martin, J. N., & Nakayama, T. K. (2018). Reconsidering intercultural (communication) competence in the workplace: A dialectical approach. In Language and Intercultural Communication in the Workplace (pp. 25–40). Routledge.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. Ke-30.). Bandung: Remaja Rosdakarya, 93–106.

Pane, P. R., Suci, N. R., Siagian, E. B., Limbong, M., Komaling, S. A. P., & Hutagalung, S. M. (2024). Analisis Adat Kematian Suku Toraja Menggunakan Teori Roman Jackobson Di Manado. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan Dan Bahasa, 3(2), 221–225.

Poylema, F. R. (2022). Eksistensi dan Prospek Resiprositas dalam Tradisi Pesta Rambu Tuka Masyarakat Toraja. YUME: Journal of Management, 5(1), 231–241.

Rachmad, Y. (2019). Budaya Bahari Masyarakat Sriwijaya Pada Masa Pra-Modern. Jasmerah, 1(2), 23–30.

Rakhmayanti, F. R., Pritanova, N., & Damayantie, A. R. (n.d.). ANALISIS MAKNA KEMATIAN BAGI MASYARAKAT TORAJA DALAM CERPEN TUBUH TARRA, DALAM RAHIM POHON. Jurnal Kajian Pembelajaran Dan Keilmuan, 8(1), 108–117.

Rizal, M., Bure, L. M., Muhammad, N., Sarkia, S., Idang, S. W. H., & Arfan, A. (2022). Hakikat Nilai Budaya Rambu Solo’ Sebagai Pemersatu Masyarakat Suku Toraja. Lageografia, 20(3), 346. https://doi.org/10.35580/lageografia.v20i3.34262

Safrilsyah, S., & Fitriani, F. (2014). Agama dan Kesadaran Menjaga Lingkungan Hidup. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 16(1), 61–78.

Samovar, L. A., McDaniel, E. R., Porter, R. E., & Roy, C. S. (2013). Communication between cultures.

Sandarupa, S. (2015). Glokalisasi Spasio-Temporal Dalam Agama Aluk To Dolo Oleh Agama Kristen Di Toraja. Sosiohumaniora, 17(1), 86–93.

Sihombing, L. H. (2022). Rituals and Myths at the Death Ceremony of the Toraja People: Studies on the Rambu Solo Ceremony. Satwika Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 6(2), 351–365. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.22785

Simega, B., & Yanti, E. (2023). INTERPRETASI MAKNA BUDAYA TORAJA PADA AKSESORIS RITUAL RAMBU SOLO’. Seminar Nasional Literasi Prodi PBSI FPBS UPGRIS, 777–788.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.

Suranto, Y. (2012). Identifikasi Kayu Arkeologis Komponen Tongkonan Situs Buntu Pune Di Tana Toraja Dalam Kerangka Konservasi Dan Pemugaran Cagar Budaya Berbahan Kayu. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 6(1), 17–24.

Tulenan, V., & Rindengan, Y. D. Y. (2017). Rancang Bangun Animasi 3 Dimensi Budaya Passiliran. Jurnal Teknik Informatika, 10(1).

Wahyunis, W. (2022). Ritual Rambu Solo Etnik Toraja Perspektif Antropologi Ekonomi. Maqrizi Journal of Economics and Islamic Economics, 2(2), 132–139. https://doi.org/10.30984/maqrizi.v2i2.380

Waliyuddin, W. (2024). Representasi Performa Budaya Pada Passura’etnis Toraja. IAIN Pare Pare.

Widaty, C., Apriati, Y., Hudaya, A., & Kusuma, S. (2021). Makna Upacara Balian Dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(1), 55. https://doi.org/10.17977/um021v6i1p55-64

Widianti, A. W. (2017). Kajian ekologi sastra dalam kumpulan cerpen pilihan kompas 2014 di tubuh tarra dalam rahim pohon. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 1–9.

Winowatan, W. J. (2023). Potensi Budaya Suku Toraja Sebagai Daya Tarik Wisata Pada Kabupaten Tana Toraja Dan Toraja Utara. Jurnal Tulip, 6(1).

Downloads

Published

2025-03-26

How to Cite

Hasrin, S. W., Muhammad, Z., Alwiyah, T. N., Kurniawan, L. M. R., Sanda, S., Silsiyana, J., … Allobunga’, I. (2025). Menafsir Baby Grave di Kalimbuang Bori’ Toraja: Memahami Ruang, Budaya dan Perubahan di Era Modernitas. DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education, 2(2), 143–156. https://doi.org/10.69875/djosse.v2i2.190

Issue

Section

Articles